Dunia Penelitian Geologi

Juni 14, 2009

Komposisi Kimia dan Mineralogi Batuan Karbonat

Dalam dunia karbonat, ada beberapa mineral penting dan umum didapati dalam batuan karbonat, atau dalam bahasa lainnya batugamping. Mineral ini sangat penting untuk dipelajari kalau Anda sekalian ingin mendalami dunia karbonat. Atau setidaknya akan berhadapan dengan karbonat di lapangan baik dalam studi kuliah lapangan ataupun pemetaan geologi.

1. Aragonite (CaCO3)

Kristal Orthorombik, mineral karbonat yang paling labil, berbentuk jarum atau serabut, umumnya diendapkan secara kimiawi langsung dari presipitasi air laut.

2. Kalsit (CaCO3)

Kristal Hexagonal, mineral batuan karbonat yang lebih stabil, biasanya merupakan hablur kristal yang bagus dan jelas. Dijumpai sebagai hasil dari rekristalisasi Aragonite, serta sebagai semen pengisi ruang antar butir dan rekahan. Sangat umum dijumpai dalam batugamping.

3. Dolomit (CaMg (CO3)2)

Mineral ini mirip banget sama mineral kalsit, namun secara petrografis memiliki indeks refraksi yang berbeda. Mineral ini bisa terjadi langsung karena presipitasi air laut, tepi lebih seringnya karena replacement mineral kalsit.

4. Magnesit (MgCO3)

Kristal Hexagonal, dapat terjadi akibat pergantian mineral kalsit dan dolomit, namun sering terjadi akibat dari rombakan batuan yang memiliki kandungan magnesiun silikat.

Terdapat mineral-mineral karbonat lainnya yang sengaja tidak dijelaskan karena kurang memiliki arti penting, yaitu: Siderit, Ankerit, Rodokrosit, dan sebagainya.

Terdapat beberapa istilah penting yang cukup penting diketahui tentang batugamping atau karbonat:

1. Endapan Karbonat (“Carbonate Deposite”)

“Carbonate Sediment” merupakan endapan karbonat yang belum terkonsolidasi, terbentuk secara insitu oleh organik dan presipitasi inorganik dari larutan atau terjadi dari akumulasi partikel-pertikel rombakan karbonat.

2. Batugamping (“Limestone”)

Batuan karbonat yang hampir seluruhnya kalsium karbonat (CaCO3), atau secara spesifik adalah batuan karbonat yang mengandung lebih dari 95% kalsit dan kurang dari 5% dolomit.

3. Batugamping Dolomit (“Dolomitic Limestone”)

Batugamping yang mengandung 10-50% dolomit dan 50-90% kalsit.

4. Dolomit Kalsit (“Calcitic Dolomite”)

Batuan Dolomit yang mengandung 10-50% kalsit dan 50-90% dolomit.

5. Dolomit (batuan sedimen) atau Dolostone (istilah yang tidak diusulkan)

Batuan sedimen karbonat yang dominan mengandung mineral dolomit (lebih dari 50%); secara spesifik merupakan batuan sedimen karbonat yang mengandung lebih dari 90% mineral dolomit dan kurang dari 10% mineral kalsit.

6. Batugamping Kristalin (“Crystaline limestone”)

Batugamping yang dominan terdiri dari kristal.

7. Tufa (“Calcareous Tufa; Calc Tufa”)

Merupakan suatu spongi, batuan karbonat yang porous, diendapkan sebagai lapisan tipis di permukaan, di dekat mata air (Springs) dan sungai (rivers).

Dalam penentuan nama batuan karbonat kita bisa menggunakan Klasifikasi dari Dunham:

Dunham Classification

Dunham Classification

The Dunham (1962) classification of limestones according to depositional texture, as modified by Embry and Klovan (1971).

The Dunham (1962) classification of limestones according to depositional texture, as modified by Embry and Klovan (1971).

1 Komentar »

  1. Bang, punya klasifikasi batuan saedimen mix carbonate-siliciclastic versi Jeffrey Mount? Kalau punya kirimin dong…
    Butuh banget..

    Terimakasih

    Komentar oleh Masykur Widhiyatmoko — Agustus 15, 2009 @ 2:03 pm | Balas


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: