Dunia Penelitian Geologi

Juni 18, 2009

Fisiografi Regional Jawa Bagian Barat (Van Bemmelen)

Copy-Paste dari BAB II laporan pemetaan geologi pendahuluan daerah Babakansari dan sekitarnya, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Yang terdapat di Zona Bogor.

Fisiografi Regional

Secara fisiografi, van Bemmelen (1970) telah membagi daerah Jawa bagian barat menjadi lima jalur fisiografi (Gambar 2.1). Pembagian zona fisiografi daerah Jawa bagian barat tersebut yaitu :

  1. 1. Zona Dataran Rendah Pantai Jakarta
  2. 2. Zona Bogor
  3. 3. Zona Bandung
  4. 4. Zona Pegunungan Bayah
  5. 5. Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat

Berdasarkan letaknya, maka secara fisiografi, daerah penelitian termasuk kedalam Zona Bogor bagian Timur. (more…)

Iklan

Juni 14, 2009

Komposisi Kimia dan Mineralogi Batuan Karbonat

Dalam dunia karbonat, ada beberapa mineral penting dan umum didapati dalam batuan karbonat, atau dalam bahasa lainnya batugamping. Mineral ini sangat penting untuk dipelajari kalau Anda sekalian ingin mendalami dunia karbonat. Atau setidaknya akan berhadapan dengan karbonat di lapangan baik dalam studi kuliah lapangan ataupun pemetaan geologi. (more…)

Tektonik Regional Jawa Barat

Pendahuluan

Geologi Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri. Aktifitas geologi yang telah berlangsung selama berjuta-juta tahun di wilayah ini menghasilkan berbagai jenis batuan mulai dari batuan sedimen, batuan beku (ekstrusif dan intrusif) dan batuan metamorfik dengan umur yang beragam. Akibat proses tektonik yang terus berlangsung hingga saat ini, seluruh batuan tersebut telah mengalami pengangkatan, pelipatan dan pensesaran.

Dari sudut pandang ilmu kebumian, daerah Jawa Barat sangat menarik untuk dipelajari karena geologi daerah ini dikontrol oleh hasil aktifitas tumbukan dua lempeng yang berbeda jenis. Lempeng yang pertama berada di bagian utara berkomposisi granitis yang selanjutnya dinamakan sebagai Lempeng Benua Eurasia, selanjutnya lempeng yang kedua berada di selatan berkomposisi basaltis yang selanjutnya dinamakan sebagai Lempeng Samudra Hindia-Australia. Kedua lempeng ini saling bertumbukan yang mengakibatkan Lempeng Samudra menunjam di bawah Lempeng Benua. Zona tumbukan (subduction zone), membentuk morfologi menyerupai lembah curam yang dinamakan sebagai palung laut (trench). Di dalam palung ini terakumulasi berbagai jenis batuan terdiri atas batuan sedimen laut dalam (Pelagic sediment), batuan metamorfik (batuan ubahan) dan batuan beku berkomposisi basa hingga ultra basa (ofiolit). Percampuran berbagai jenis batuan di dalam palung ini dinamakan sebagai batuan bancuh (batuan campur aduk) atau dkenal sebagai batuan melange. (more…)

April 17, 2009

Batugamping Sebagai Reservoir Hidrokarbon

Batugamping Sebagai Reservoir Hidrokarbon

Identity of Authors disamarkan. Yang jelas nih copy paste tugas kuliah.

Abstrak

Dewasa ini kebutuhan dunia akan minyak bumi dan gas semakin meningkat. seiring dengan meningkatnya kebutuhan itu, para ilmuan dan para peneliti juga terus mencoba mengembangkan ilmu pengetahuan guna mendapatkan hasil produksi yang lebih banyak. Dalam hal ini batuan karbonat mulai menjadi perhatian khusus sebagai reservoir hidrokarbon. Lain halnya dengan batu pasir, reservoir batugamping lebih sulit dan lebih kompleks sifatnya. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai macam porositas, juga struktur yang sangat mempengaruhi porositas tersebut. Porositas pada batugamping pada umumnya dikontrol oleh pelarutan matriks dan semen, semisalnya pelarutan butiran yang mengandung aragonit seperti koral dan moluska.

(more…)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.